Military Outbond Siappp !!!

Senin 4 Agustus 2008 yang akan datang. InsyaAllah saya akan mengikuti Military Outbond di PUSDIKPOM Cimahi Bandung. Penasaran dengan materi yang akan diberikan, saya menelusuri belantara Google. Akhirnya saya menemukan sebuah tulisan pengalaman bang ricoh sanusi. Berikut dinukilkan cerita dari teman kita di Garuda Indonesia mengenai pelatihan di PUSDIKPOM:

” .. Aku beserta puluhan calon pegawai GA, dinaikkan ke sebuah bus menuju ke Pusat Pendidikan Polisi Militer (PUSDIKPOM) Cimahi, Bandung. Lalu kami yang laki-laki digunduli semua, sedang yang perempuan dipaksa dipotong pendek rambutnya. Kemudian kami disuruh berguling-guling, push-up, merayap dan jongkok berlari jika melakukan kesalahan. Mereka (Caraka Supur, Serma Iwan, Sersan Supri, Letda Wahyurini, Kapten Irsyad, Mayor Yogas, Mayor Dedi dkk) melarang kami berjalan lebih dari lima langkah, kami harus berlari. Setiap bangun subuh berlari kemudian senam pagi, tengah hari harus lari siang sebelum makan, dan tidak diijinkan tidur sebelum lari pada malam harinya. Kami menjadi kurus dan hitam seperti aspal lapangan hitam PUSDIKPOM. Lima minggu kami menjalani pendidikan Kursus Orientasi Dasar Militer (SUS ORSARMIL) harapannya kelak kemudian hari kami bisa disiplin (kaya militer??) saat bekerja bagi perusahan kami dalam melayani masyarakat. Aamiin… :) ….”

Merenungi kisah di atas, saya jadi ingin mengkaji apa itu kedisiplinan. Hasil penelusuran di Yahoo Answer, saya memperoleh jawaban sebagai berikut: Disiplin dalam pengertian yang amat dasar ada dua:

  1. Ketaatan pada tata tertib,
  2. Latihan batin dan watak dengan maksud akan mentaati peraturan .

Arti disiplin adalah kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan tata tertib, karena didorong oleh adanya kesadaran yang ada pada hatinya. Dilihat dari sudut pandang sosiologis dan psikologis, disiplin adalah suatu proses belajar mengembangkan kebiasaan–kebiasaan, penugasan diri, dan mengakui tanggung jawab pribadinya terhadap masyarakat.

Dari uraian di atas, saya ambil dua key point yang penting – kepatuhan dan kesadaran.  Pertama, kepatuhan pada tata tertib di mana kepatuhan itu berasal dari point kedua; kesadaran dalam hati. Islam sebagai agama rahmatan lil Alamin yang menuntut pemeluknya untuk menerima segala sesuatu- termasuk mematuhi segala aturan- dengan kesadaran akal sehat. Diisyaratkan dalam Al-Quran Al-Baqarah ayat 256:

“.. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui …”

Jadi kepatuhan-kepatuhan terhadap Syariat dalam Al-Quran dan Sunnah hendaknya dilakukan dari hati. Bukan karena paksaan orang tua, tekanan lingkungan, paksaan atasan dan sebagainya. Dengan penuh kesadaran bahwa kepatuhan itu merupakan bentuk ibadah kepada Allah SWT, yang diharapkan melalui ibadah itu, akan mendatangkan ridha Allah SWT.

Kemudian, bagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat mempraktekkan kedisiplinan dalam kesehariannya. Dalam contoh keseharian Rasulullah SAW, dapat kita lihat bagaimana para sahabat sangat menjaga ketepatan waktu dalam melaksanakan shalat 5 waktu. Bahkan untuk sesiapa saja yang datang untuk mengikuti shalat sebelum takbiratul ihram selama 40 hari, diberi jaminan dua kebebasan, dari api neraka dan sifat munafik. Rasulullah bersabda:

عن انس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من صلى لله اربعين يوما فى جماعة يدرك التكبيرة الاولى كتب له برئتان برئة من النفاق وبرئة من النار(رواه االترمدى)

Artinya:

Dari Anas r.a. berkata: sabda Rosulullah SAW barang siapa solat berjama’ah selama 40 hari tiada tertinggal takbir yang awal ditulis baginya dua keselamatan, selamat dari sifat munafiq dan selamat dari api neraka (HR Imam Tirmidzi)

Kalau bicara displin, seharusnya orang Islam lah yang paling displin di dunia. Bicara integritas, jangan tanya bagaimana konsep Islam menatanya.

~ oleh aawacis di/pada Juli 18, 2008.

Satu Tanggapan to “Military Outbond Siappp !!!”

  1. wah..samapta juga ya? sampe kapan nih? puasa2 juga lari2kah?
    huhuhu…
    selamat berjuang boss!

Tinggalkan Balasan