Istikharah

•Juli 24, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sedang Istikharah nih. Saya sedang mencari-cari artikel bout Istikhoroh.

Salah satu artikel yang Aa Wasis temukan dari http://qultummedia.com/Mencari-Pasangan-Hidup-Terbaik-Melalui-Istikharah.html sebagai berikut:

“.. tujuan dari shalat istikharah adalah untuk menetapkah hati, mencari ketenangan, dan mengambil jarak dari masalah. Yakni agar Allah memberikan ketetapan kepada hati dari kebimbangan dan keraguan, memberikan ketenangan dan pencerahan, dan menjauhkan dari permasalahan, baik yang diduga maupun yang tidak terduga….”

Ada yang menarik, mengenai statement mengambil jarak dari masalah. Hmm, yang saya tangkap adalah, bahwa ibarat orang maen bola. Kalo memaenkan di lapangan, tidak tahu strategi atau kemana bola sebaiknya diumpan. Tapi kalo sebagai pelatih/penonton yang “mengambil jarak”, maka bisa tahu keadaan pertandingan lebih komprehensip. Maka tidak heran rasa jengkel atau gemes biasa keluar dari penonton maupun pelatih. Tul gak? 🙂

Dengan Air Wudhu dan Istikharah, kejernihan hati InsyaAllah akan tercurah. Sehingga sejenak kita bisa melihat masalah kita apa adanya, objektif, “As Is” kalo orang di kantorku bilang.

Akhirnya Aa mencoba membuat beberapa bait puisi. Refleksikan keadaan hati. Maaf kalo bahasanya kacau, maklum bukan pujangga.

“Isitkharah untuk mantapkan hati
mengharap petunjuk ilahi
menanyakan hati nurani
Tentang langkah yang akan kujalani

Allah..
Allah..
Aku Menangis bersujud..

Ya Allah..
Berkahilah usahaku ini.
Amiin…”

Doa

•Mei 5, 2009 • 4 Komentar

Untaian doa ini saya temukan di Masjid An-Nur PUSDIKPOM. Tepatnya di dekat tempat wudhu putri. Sungguh indah nian untaian doa berikut ini:

Ya Rabb,
Aku yakin Engkau telah tetapkan rezekiku
Dan Engkau tiada pernah keliru,
Maka tenangkanlah jiwaku

Ya Rabb,
Aku yakin Engkau melihatku
Dan akupun malu kepadamu
Maka jauhkan kemaksiatan dariku

Ya Rabb,
Aku yakin kematian pasti menjemputku
Dan akupun mempersiapkan bekalku
Maka aku siap berjumpa dengan Mu.

Rutinitas (3)

•Februari 21, 2009 • 3 Komentar

sekarang tanggal 2o Februari 2009. udah cukup lama ya, saya tidak meneruskan sekuel Rutinitas (2). hehe.. maaf para pembaca setia. (memg ada yang baca ya sis??)

oke, saya declare bahwa pada hari ini, saya telah diangkat menjadi pegawe teteup di GMF AeroAsia. setelah satu tahun menjalani masa percobaan dengan istilah PKWT (Pegawai Kontrak Waktu Tertentu). Temen2 yang masuk bareng sama saya, udah pada pergi huhuhu .. 😦 ada berbagai macam motif kepergian mereka. tapi tidak akan saya jelaskan pada rubrik kita kali ini. wait for next posting yaa.

nyambung dengan tulisan rutinitas sebelumnya, hidup saya memg masih berkutat dengan rutinitas nyang itu2 saja. namun setelah terbiasa menjalani dengan pekerjaan. kadang lupa dengan wktu. terlalu asik dengan pekerjaan. kadang mpe pulang malem loh.baru nyadar minggu2 terakhir ini, saat batin terasa kering, baca buku jarang, baca quran dah berkurang intensitasnya, hidup kaya di dua dunia ajah. KOS dan KANTOR.. hehe 🙂

tapi syukurlah, Allah SWT masih memberikan saya suatu feeling. Wahai mas wasis, Anda ini sudah terlalu asyik ama kerjaan. ama dunia, coba liat waktumu diabisin buat apa aja. hayoo. emang idup cuman di dunia aja. emang kerjaan bakal teteup dilembur kalo ente masuk kubur? gmana to?

bersambyungg….

Rahmat Allah

•September 14, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Diambil dari Hadist Rasulullah SAW di dalam kitab Riyadhus Shalihin yang intisarinya kurang lebih sebagai berikut: Allah mempunyai Rahmat 100 bagian, 1 bagian diturunkan ke bumi dan sisanya disimpan di hari akhir nanti. Dengan 1 bagian rahmat itu, engkau melihat induk kuda mengangkat kakinya karena takut menginjak anaknya.

Kemudian di hadist lain, Suatu ketika setelah perang. Seorang tawanan wanita sedang sibuk mencari anaknya di antara sekumpulan orang. Seketika itu, ibu itu menemukan anaknya dan memeluknya erat kemudian menyusuinya. Melihat kejadian itu, Rasulullah bersabda, kasih sayang Allah lebih besar daripada kasih sayang ibu ini kepada anaknya.

Demikianlah, sebuah keterangan dari Rasulullah yang menunjukkan bahwa kasih sayang Allah sangat besar. Bahkan kalau kita telaah lagi bagaimana Allah SWT itu sangat menunggu-nunggu
hambaNya yang bertobat dan ampunanya lebih luas dari dosa-dosa yang kita perbuat.

Namun, janganlah kita itu terlena dengan terlalu mengharap-harap rahmat Allah. Jangan menjadi orang yang dungu, dengan selalu mengharap-harap rahmat Allah sambil melakukan kemaksiatan. Di samping sikap mengharap, harus dilengkapi rasa takut akan siksaanya. Dua perasaan mengharap Rahmat dan takut akan siksa harus membaur dalam diri kita, dan kita diharapkan dapat menggunakanya pada saat yang tepat..

Military Outbond Siappp !!!

•Juli 18, 2008 • 1 Komentar

Senin 4 Agustus 2008 yang akan datang. InsyaAllah saya akan mengikuti Military Outbond di PUSDIKPOM Cimahi Bandung. Penasaran dengan materi yang akan diberikan, saya menelusuri belantara Google. Akhirnya saya menemukan sebuah tulisan pengalaman bang ricoh sanusi. Berikut dinukilkan cerita dari teman kita di Garuda Indonesia mengenai pelatihan di PUSDIKPOM:

” .. Aku beserta puluhan calon pegawai GA, dinaikkan ke sebuah bus menuju ke Pusat Pendidikan Polisi Militer (PUSDIKPOM) Cimahi, Bandung. Lalu kami yang laki-laki digunduli semua, sedang yang perempuan dipaksa dipotong pendek rambutnya. Kemudian kami disuruh berguling-guling, push-up, merayap dan jongkok berlari jika melakukan kesalahan. Mereka (Caraka Supur, Serma Iwan, Sersan Supri, Letda Wahyurini, Kapten Irsyad, Mayor Yogas, Mayor Dedi dkk) melarang kami berjalan lebih dari lima langkah, kami harus berlari. Setiap bangun subuh berlari kemudian senam pagi, tengah hari harus lari siang sebelum makan, dan tidak diijinkan tidur sebelum lari pada malam harinya. Kami menjadi kurus dan hitam seperti aspal lapangan hitam PUSDIKPOM. Lima minggu kami menjalani pendidikan Kursus Orientasi Dasar Militer (SUS ORSARMIL) harapannya kelak kemudian hari kami bisa disiplin (kaya militer??) saat bekerja bagi perusahan kami dalam melayani masyarakat. Aamiin… :)….”

Merenungi kisah di atas, saya jadi ingin mengkaji apa itu kedisiplinan. Hasil penelusuran di Yahoo Answer, saya memperoleh jawaban sebagai berikut: Disiplin dalam pengertian yang amat dasar ada dua:

  1. Ketaatan pada tata tertib,
  2. Latihan batin dan watak dengan maksud akan mentaati peraturan .

Arti disiplin adalah kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan tata tertib, karena didorong oleh adanya kesadaran yang ada pada hatinya. Dilihat dari sudut pandang sosiologis dan psikologis, disiplin adalah suatu proses belajar mengembangkan kebiasaan–kebiasaan, penugasan diri, dan mengakui tanggung jawab pribadinya terhadap masyarakat.

Dari uraian di atas, saya ambil dua key point yang penting – kepatuhan dan kesadaran.  Pertama, kepatuhan pada tata tertib di mana kepatuhan itu berasal dari point kedua; kesadaran dalam hati. Islam sebagai agama rahmatan lil Alamin yang menuntut pemeluknya untuk menerima segala sesuatu- termasuk mematuhi segala aturan- dengan kesadaran akal sehat. Diisyaratkan dalam Al-Quran Al-Baqarah ayat 256:

“.. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui …”

Jadi kepatuhan-kepatuhan terhadap Syariat dalam Al-Quran dan Sunnah hendaknya dilakukan dari hati. Bukan karena paksaan orang tua, tekanan lingkungan, paksaan atasan dan sebagainya. Dengan penuh kesadaran bahwa kepatuhan itu merupakan bentuk ibadah kepada Allah SWT, yang diharapkan melalui ibadah itu, akan mendatangkan ridha Allah SWT.

Kemudian, bagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat mempraktekkan kedisiplinan dalam kesehariannya. Dalam contoh keseharian Rasulullah SAW, dapat kita lihat bagaimana para sahabat sangat menjaga ketepatan waktu dalam melaksanakan shalat 5 waktu. Bahkan untuk sesiapa saja yang datang untuk mengikuti shalat sebelum takbiratul ihram selama 40 hari, diberi jaminan dua kebebasan, dari api neraka dan sifat munafik. Rasulullah bersabda:

عن انس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من صلى لله اربعين يوما فى جماعة يدرك التكبيرة الاولى كتب له برئتان برئة من النفاق وبرئة من النار(رواه االترمدى)

Artinya:

Dari Anas r.a. berkata: sabda Rosulullah SAW barang siapa solat berjama’ah selama 40 hari tiada tertinggal takbir yang awal ditulis baginya dua keselamatan, selamat dari sifat munafiq dan selamat dari api neraka (HR Imam Tirmidzi)

Kalau bicara displin, seharusnya orang Islam lah yang paling displin di dunia. Bicara integritas, jangan tanya bagaimana konsep Islam menatanya.

Rutinitas (2)

•Juni 30, 2008 • 3 Komentar

GMFbrumm, motor bang bos sudah melewati pos satpam GMF di depan. Hati sudah mulai gundah, di kantor ada apa ya? mau dikasih tugas ape nih? dengan bermulakan bismilah, InsyaAllah Allah akan memberikan keberkahan.

teeet, tteettt, … lampu alarm detektor besi berbunyi kencang ketika daku melangkah. Eits, ternyata gesper saya terbuat dari besi berat. gesper yang baru beli di pasar anyar tangerang seharga 20 ribu ini memang terbuat dari besi yang mengkilap, tertangkap oleh detektor besi, dianggap detektor itu kayak part pesawat. dalam hati, aye berkata, buat apa sih pake detektor segala? selidik punya selidik, ternyata untuk mencegah pencurian part pesawat. sembari berjalan, dalam hati masih terngiang kembali, apa gerangan yang akan terjadi di kantor nanti?

sejuknya AC kantor belum juga memberikan keteduhan hatiku. aku berjalan masuk ke ruangan GM ku, pak Tazar untuk mengambil laptop merek NEC. Klik, klik, klik, aku segera membuka mail sarapan pagi dan beberapa web favorit dan berita seperti detik.com eramuslim.com yahoo.com dan tentunya tidak terlupa adalah membuka Yahoo Messenger hihi. :p.. tapi aye membuka YM kalau di luar jam kantor, yaitu sebelum 7. 30 dan sesudah 16. 30. Meskipun terlihat sok suci, namun aye akan berpegang prinsip, pengin niru Umar bin Abdul Aziz juga yang mematikan lampu minyak di kantor nya ketika menggunakannya di luar kebutuhan kenegaraan. Di samping itu, tidak sreg juga, saat melihat teman-teman lain mondar-mandir kerja, ee malah sedang YM. wah, ga nyaman deh rasanya. Doain aye biar istiqomah yaa.

Kekhawatiran itu akhirnya datang juga, kekhawatiran datangnya hal-hal baru yang akan menerpa di saat permualaan kerja di GMF…

 

Rutinitas (1)

•Juni 4, 2008 • 2 Komentar

titutitutitutitutuuuuut..kurang lebih begitulah bunyi hp aye berbunyi di jam 4 pagi. Wuiih, berat euy ngangkat kepala. klo iman lg tinggi n fisik sehat, alhamdulilah bisa shalat tahajud n menunggu subuh tiba,,tapii, klo lagi males-males nya, jangan tanya deehh. Tapi syukurlah ada bang bos yang bangunin ak sholat subuh. makasih bang, semoga pahalanye diterima Allah SWT.

Tik Tock, waktu terus berjalan. ternyata dah waktunya untuk mandi n berangkat kantor, setelah membaca Quran , motor ditendang untuk berangkat kerja. dengan mata yang sedikit sayu dan layu, cincha berangkyat deeh ke kantyor. eits, sebelum masuk kantor, kuda besi ditambatkan ke dermaga bernama kupat sayur. untuk sekedar mengisi perut dengan sesuap lontong+tahu+ kuah, Alhamdulilah nikmatnyazzz.

dalam hati berkata, “yaah nyampe kantor deeh..!” apa gerangan yg akan terjadi nanti, berdoa kepada semoga hari ini menjadi hari yang indah nan berkah.
<<<Bersambyuung>>>